Sabtu, 02 Juli 2011

Stimulasi Perkembangan Anak

Orangtua mana tak bangga hatinya jika memiliki buah hati yang cerdas. Tapi tahukah Anda, bahwa kecerdasan (IQ) tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh faktor keturunan, melainkan juga seberapa sering Anda menstimulasi anak. Maklum saja, di jaman secanggih dan se-modern sekarang, seringkali orangtua tak ingin direpotkan waktunya bersama si kecil.


Stimulasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk merangsang kemampuan dasar anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal. Stimulasi tumbuh kembang anak dapat dilakukan oleh setiap orang yang berinteraksi dengan anak, mulai dari ibu, ayah, pengasuh anak, anggota keluarga lain, atau pun kelompok masyarakat di lingkungan rumah.
Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin dan terus-menerus dimana anak itu berada. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak, bahkan gangguan menetap. Kemampuan dasar anak yang dirangsang dengan stimulasi terarah meliputi setiap aspek perkembangan.
Aspek tersebut diantaranya, kemampuan motorik kasar, halus, kemampuan bicara dan bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian. Kesemuanya itu bisa dirangsang dengan aktivitas bermain, yang menjadi salah satu sarana menstimulasi perkembangan anak untuk mencapai hasil optimal. Anak sering mendapatkan stimulasi akan lebih cepat berkembang dibandingkan yang kurang atau tidak mendapat stimulasi.
Di dalam perkembangan seorang anak, stimulasi merupakan kebutuhan dasar. Semakin sering dan teratur rangsangan yang diterima, maka semakin kuat hubungan antar sel-sel otak tersebut. Semakin kompleks dan kuat hubungan antar sel-sel otak, maka semakin tinggi dan bervariasi kecerdasan anak di kemudian hari. Bila dikembangkan terus-menerus, anak akan mempunyai banyak variasi kecerdasan (multiple inteligensia).
Dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang anak, ada beberapa prinsip dasar perlu diperhatikan, yaitu stimulasi harus dilandasi rasa cinta dan kasih sayang dengan selalu menunjukkan sikap dan perilaku baik, karena anak akan meniru tingkah laku orang-orang yang terdekat dengannya.
Selain itu, berikan stimulasi sesuai dengan kelompok umur anak secara bertahap dan berkelanjutan terhadap keempat aspek kemampuan dasar anak tadi. Caranya bisa mengajak anak bermain, bernyanyi, suasana menyenangkan, dan tanpa paksaan atau pun hukuman. Malah sebaiknya anak selalu diberikan pujian. Bila perlu hadiah atas keberhasilannya.

3 komentar:

  1. jalan2 sambil menimba disini kk.. minta izin buat baca y :)

    BalasHapus
  2. Kunjungan persahabatan, link anda di mana toh .... ? Salam....

    BalasHapus
  3. Salam persahabatan dari tanah Majapahit, sukses selalu buat anda, bila ada sempat silahkan main ke blog aku yang sederhana. Rahayu

    BalasHapus