Loading...

Sabtu, 02 Juli 2011

Penyakit Polio dapat dicegah dengan Imunisasi

Poliomyelitis atau polio, adalah penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus. Agen pembawa penyakit ini, sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV), masuk ke tubuh melalui mulut, mengifeksi saluran usus. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan.
Pencegahan adalah kunci untuk memiliki kesehatan yang baik. Bahkan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Salah satu cara terbaik melindungi anak-anak dari penyakit polio adalah mencuci tangan dan alat-alat makan seperti piring, gelas, atau pun sendok dengan sabun dan air yang tidak tercemar oleh virus polio.
Kemudian jika memasak air sebaiknya dengan suhu 600-C selama 30 menit sudah cukup untuk membunuh virus polio apalagi bila dimasak sampai mendidih. Perlu diketahui, virus polio liar hidup dengan baik pada suhu -80C. Di luar tubuh manusia, bila terkena panas matahari, virus polio hanya bertahan hidup selama 2 hari, tapi kalau di dalam cuaca lembab lebih lama. Selain itu, imunisasi terhadap polio sampai lengkap pun dapat mencegah penyakit ini.
Imunisasi diperlukan untuk membangkitkan kekebalan lokal di usus melalui pemberian vaksin polio. Vaksin ini mengandung tiga jenis virus yaitu tipe 1, 2, dan 3. Caranya, diteteskan ke mulut sebanyak dua tetes setiap kali pemberian atau dikenal dengan Oral Polio Vaccine (OPV) yang dibuat dari virus yang sudah dilemahkan.
Ada juga vaksin polio suntik atau disebut IPV (enchanced – inactived polio) dibuat dari virus polio sudah mati. Meski kekebalan usus setelah pemberian IPV lebih rendah dibandingkan OPV, namun kekebalan seluruh tubuh menjadi kuat. IPV digunakan negara yang benar-bena sudah terbebas dari polio. Begitu masuk, vaksin akan menyebabkan kekebalan lokal di usus selama 100 hari. Kekebalan tubuh baru terjadi jika dosis sudah lengkap.
Bila anak sudah mendapatkan imunisasi polio minimal empat kali, hampir dapat dipastikan anak kebal terhadap polio. Bila belum diimunisasi, segera berikan dosis pertama. Anak akan terlindung selama 100 hari, sehingga bila virus polio masuk, tidak berbiak dan menyebabkan sakit. Lalu dilanjutkan sampai lengkap. Jika anak telah diimunisasi tapi belum lengkap atau orangtua lupa, minta tambahan dosis.
Jadwal dari Departemen Kesehatan adalah vaksin diberikan saat pulang dari rumah bersalin, lalu umur 3, 4, dan 5 bulan dengan total empat dosis sebelum anak berumur satu tahun. Sedangkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan tambahan dosis pada 18 bulan dan 5 tahun untuk menyakinkan anak-anak mendapat dosis cukup.
Untuk anak yang usianya sudah lebih dari 5 tahun atau orang dewasa, umumnya semua sudah kebal karena telah mendapat vaksin atau mendapat virus vaksin dari orang di sekitarnya. Tidak perlu tambahan dosis bagi orang dewasa. Jika ragu-ragu boleh diberikan tambahan dosis, baik dengan OPV atau IPV.

0 komentar:

Poskan Komentar