Rabu, 22 Juni 2011

Pijat Bayi, Tingkatkan Komunikasi Bayi dan Orangtua

Pijat bayi memang sudah dikenal sejak berabad-abad lalu, baik di berbagai bangsa maupun kebudayaan. Meski tergolong aktivitas sederhana, tapi pijat juga sebagai salah satu cara mengungkapkan rasa kasih sayang antara orangtua dan anak lewat sentuhan pada kulit yang berdampak luar biasa.

Menurut White (1976) dan Field (1986), dengan modalitas multi stimulasi, akan memberikan efek positif seperti pertambahan berat badan, respon bayi lebih baik dan aktif, serta masa perawatan di rumah sakit lebih pendek. Pemantauan yang dilakukan itu, ketika bayi berumur 8 bulan. Efeknya?! Lebih positif.
Bukan itu saja. Ternyata pijat bayi termasuk dalam bentuk terapi, khususnya bagi bayi prematur. Umumnya indikasi bayi kurang bulan yang sering dirujuk ke fisioterapi untuk dipijat ialah berat badan kurang dari 1.500 gr, asfiksia berat, hidrosefalus atau mikrosefalus, kejang berulang, kelainan musculoskeletal, dan juga penyakit neuromuskuler.
Yang dapat dilakukan orangtua pada bayi prematur mereka dengan menjalin ikatan emosional. Caranya, sentuhlah dan bicaralah bersama bayi walau ia tidak berespon. Karena melalui sentuhan dan suara, akan membuat bayi merasa nyaman dan tentram.
Tentu hal ini sangat membantu dalam proses penyembuhan dan mempererat ikatan emosional tadi. Ada dua bentuk pijat bayi prematur yaitu hammock dan kangguru. Metode tersebut pada intinya bertujuan untuk membentuk jalinan kasih antara orangtua dan anak.
Sambil melakukan pijatan, amati reaksi bayi pada waktu dipijat. Biasanya bayi menunjukkan reaksi di wajahnya, senang atau menangis. Hal ini menjadi petunjuk kapan Anda harus memulai pijat, dan berhenti melakukannya. Kemudian, jangan lupa konsultasi ke dokter spesialis anak, rehabilitasi medik anak, dan fisioterapis terdekat untuk mendapatkan informasi lebih mendalam.
Dalam sudut panjang fisioerapis, tujuan pijat bayi ini berguna untuk mencegah posisi yang salah, mencegah terjadinya kontraktur, memperbaiki tonus otot, meningkatkan visual dan auditory reaction, dan pendidikan orangtua dalam cara menggendong serta memandikan bayi.
Menurut penelitian dari beberapa bayi prematur, pijat bayi yang dilakukan ternyata sanggup meningkatkan perkembangan fisik dan mental dari bayi prematur. Berat badan bayi prematur juga dapat meningkat hingga maksimal 40 persen dibanding bayi prematur tidak dipijat.
Secara tidak langsung, pijat bayi akan menyebabkan bayi menjadi mudah lapar. Karena hal inilah bayi meminum lebih banyak ASI, sehingga produksi ASI pada ibu juga meningkat dan berat badan bayi pun bertambah.

2 komentar:

  1. wah untuk calon istri ane nih artikel... suruh baca ah

    BalasHapus
  2. baru tau ane. nice info :)

    BalasHapus